Budaya Positif Dijadikan Kebiasaan Bersama

Oleh: Abi Suratno, S.Pd

Budaya positif adalah kayakinan dan nilai yang disepakati yang menjadi kebiasaan bersama yang akan dilakukan dalam waktu lama. Di masa pandemi ini, ketika siswa mulai belajar di rumah selama hampir 3 tahun, siswa mulai lupa dengan budaya positif yang selama ini sudah dilakukan seperti  memakai seragam sekolah dengan benar dan rapi, parkir sepeda dengan benar, datang tepat waktu, masuk kelas tepat waktu, dan mulai bulan kemarin suda masuk 100%, merupakan hal yang sangat penting untuk memastikan semua civitas akademika sekolah memahami (merefresh) budaya positif berupa aturan dan tata tertib sekolah yang sudah dibuat.

Dalam menyiapkan ketertiban masuk 100%  ini, ada 3 agenda yang disiapkan

  1. Sosialisasi kepada Bapak/ ibu guru

Kepada Bapak /ibu dewan guru disampaikan tata tertib yang sudah disepakati via group Whatsaap dan rapat umum.

  • Penguatan tim tatib

Tim tatib adalah tim garda depan yang memastikan tegaknya peraturan. Maka diperlukan konsolidasi dan koordinasi lebih intens dalam sosialisasi ini. Setelah sosialisasi internal, bapak/ ibu guru, khususnya wali kelas setiap saat mensosialisasikan tatib.

  • Sosialisasi kepada wali murid

Wali murid adalah juga bagian terpenting dalam pelaksanaan tatib, karena bagaimanapun, wali murid mempunya peran besar dan langsung kepada putera/ puterinya.

Gambar Kolaboratif Wali Murid dan Sekolah
  • Sosialisasi kepada siswa (2 minggu)

Sosialisasi ke siswa bukan hanya di kelas, tapi juga dilapangan saat upacara, dan langsung saat siswa masuk lewat pintu gerbang, tim prokes bapak/ ibu guru menyambut setiap pagi.

Agenda sosialisasi segala penjuru berlangsung selama 2 minggu untuk memberikan penguatan dan kesadaran berbudaya positif kepada siswa agar mereka melaksanakan budaya positif itu karena kebutuhan dan kesadaran. 2 minggu adalah waktu tenggang yang dianggap cukup untuk meningkatkan kesadaran siswa , baru setelah itu diberikan restitusi yang berbeda, berupa sanksi yang sudah disepakati bersama.

Adapaun tujuan aksi nyata yang dilakukan calon guru penggerak yaitu:

  1. Merefresh dan mengingat kembali budaya positif yang telah disepakati dan dilakukan
  2. Kesadaran kolektif secara ikhlas tentang pentingnya berbudaya positif bagi kehidupan mereka

Kesadaran kolektif, bahwa berbudaya positif itu kebutuhan bersama,  bukan hanya tanggung jawab segolongan orang

Calon guru penggerak melihat situasi dan kondisi keadaan sekolah saat ini masih kondisi pandemi dan sehingga memerlukan waktu agak lama untuk meyakinkancivitas akademika tentang berbudaya positif ini. Maka setelah dilakukan rapat dengan semua managemen, disepakati untuk membuat jadwal prokes dan 3 S (Salam, Sapa, Senyum) bagi semua civitas akademika. Jumlah guru dan TU 70 orang, maka dibuatlah jadwal prokes dan 3 S,  setiap guru kebagian datang jam 06.00 setiap 2 minggu sekali. Adapun tugas-tugas im prokes sebagai berikut :

  1. Standby di pintu gerbang utara dan timur mulai jam 06.00 -07.00
  2. Mengingatkan dan memberi contoh siswa tentang 3 S
  3. Check suhu semua siswa, mengontrol siswa cuci tangan, check masker
Gambar Salam Sapa Guru

Mengingatkan siswa tentang budaya positif  dari sepatu hingga ukuran rambut

TOLAK UKUR KEBERHASILAN

  1. Murid selalu menjalankan budaya positif yang sudah disepakati secara gradual dan meningkat
  2. Budaya seragam sesuai aturan,rambut sesuai ukuran, no lipstik, parkir sepeda rapi, tidak ada yang menghalangi pemotor yang lain

Terjalin komunikasi aktif antara guru, murid, seluruh warga sekolah

 TANTANGAN KEGIATAN

1.Petugas prokes dan security sangat repot bila jam 07.00,masih banyak yang baru datang, sehingga menyulitkan petugas untuk melaksanakan prokes, 3 S, dan pembinaan budaya positif

2.  Jumlah petugas piket prokes dan 3S,  yang membantu kegiatan aksi  nyata tidak sesuai jadwal (terlambat datang atau tidakpiket )

3. Siswa laki-laki khususnya, saat menjelang jam 07.00, datangnya bersamaan sehingga menyullitkan petugas prokes dan 3 S untuk melakukan pembinaan restitusi

4. Saat proses setelah masuk kelas hingga pulang sekolah, perlu dilakukan secara berulang oleh semua bapak/ibu guru

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *