Koneksi Antar Materi tentang Pengambilan keputusan seorang pemimpin pembelajaran

Oleh : Harkafin Mahawira, S.T., Gr.

Sekolah yang didirikan oleh KHD dinamakan dengan National Onderwijs Institut Taman Siswa atau lebih dikenal dengan nama Perguruan Taman Siswa. Taman berarti tempat bermain atau tempat yang menyenangkan, dan Siswa berarti murid atau anak didik. Sehingga Taman Siswa dapat diartikan sebagai tempat yang menyenangkan bagi siswa atau murid ataupun anak didik. Perguruan Taman Siswa menerapkan prinsip dasar yang dikenal dengan Patrap Triloka. Adapun isi dari Patrap Triloka adalah Ing Ngarsa Sung Tuladha (di depan memberi teladan), Ing Madya Mangun Karsa (di tengah membangun prakarsa/semangat), dan Tut Wuri Handayani (dari belakang memberi dukungan). Salah satu isi dari Patrap Triloka, Tut Wuri Handayani, dijadikan semboyan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Pengaruh terhadap bagaimana sebuah pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin dalam pembelajaran sangatlah penting karena sebagai pemimpin kita harus bisa menuntun peserta didik agar bisa mengembangkan potensi yang dimilikinya dan menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya, baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Setiap keputusan kita sebagai pemimpin akan memberikan pengaruh besar kepada peserta didik sebagai penerus generasi berikutnya. Baik tidaknya anak tergantung siapa pemimpinnya, pemimpin ibarat pemanah yang mengarahkan ketitik mana panah tersebut akan tertuju jika sasarannya benar maka tujuan itu akan tercapai sebaliknya jika salah maka akan melenceng dari tujuan utama bahkan bisa memberikan dampak yang salah.

Nilai nilai yang tekandung dalam diri kita seperti mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif, dan berpihak pada murid sangatlah berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan. Semakin baik nilai yang kita miliki maka keputusan yang kita buat semakin baik dengan pertimbangan yang relevan dan mengedepankan kebaikan dan berpihak kepada murid. Sebaliknya ketika nilai yang tertanam pada kita hanyalah berorientasi pada nilai yang kurang baik maka hasil akhir dalam pengambilan keputusan akan berdampak negatif bahkan bisa bersifat merusak. Hal inilah yang sangat berbahaya karena banyak kasus seorang pemimpin yang salah memberikan keputusan karena mengutamakan kepentingan pribadinya saja sehingga pemimpin tersebut tidak memiliki nilai yang bijak. Kita sebagai guru penggerak harus memiliki minimal 5 nilai tersebut diatas agar dampak yang kita putuskan bisa dipertanggungjawabkan dengan baik dan memberikan hasil yang memuaskan untuk kepentingan peserta didik.

Kegiatan terbimbing yang sudah kita lakukan pada materi pengambilan keputusan sangat berkaitan dengan kegiatan coaching yang diberikan pada modul sebelumnya. Dalam tahapan pengambilan keputusan ada salah satu tahapan tentang mengenali hal yang bertentangan dan fakta fakta dalam lapangan. Hal ini bisa kita gali  menggunakan penyatanyaan pemantik dalam coaching, dimana rekan-rekan yang lain akan bercerita tentang permasalahan yang sedang dihadapi dan bisa kita jadikan identifikasi masalah terkait hal-hal yang bertentangan dan fakta-fakta yang bisa digali sehingga akan menghasilkan suatu data yang nyata dan bisa diselesaikan bersama melalui tahapan pengambilan keputusan berikutnya.

Kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosional sangatlah berpengaruh dalam pengambilan keputusan. Pada saat sosia emosional kita sedang bermasalah seperti sedang berada dalam kondisi marah maka hasil dari keputusannyapun akan terpengaruh bahkan bisa memberikan dampak yang negatif karena tidak mempertimbangkan kondisi sekitar dan mengedepankan emosi marah yang sedang kita rasakan. Oleh karena itu pentingnya pembelajaran sosial emosional baik menggunakan teknik STOP atau teknik lainnya agar keputusan yang kita buat terlepas dari emosional yang negatif sehingga kepentingan umum lebih dikedepankan daripada kepentingan pribadi.

Pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika  akan mempengaruhi nilai-nilai bijak yang kita miliki sehingga akan memberikan dampak keputusan kita sebagai pemimpin pembelajaran. Dalam bujukan moral kita dihadapkan dengan persoalan benar vs salah sehingga disinilah peranan kita sebagai pemimpin pengambil keputusan untuk memberikan tindakan yang tepat dan baik serta bijaksana. Begitu juga dalam dilema etika dimana kita dihadapkan pada persoalan benar vs benar sehingga kita harus pandai dalam mengambil keputusan yang akan kita ambil. Dari studi kasus yang sudah kita pelajari memberikan gambaran nantinya pada kondisi sebenarnya sehingga kita bisa lebih sigap dan matang dalam penyelesaianya.

Pengambilan keputusan yang tepat itu adalah keputusan yang diambil minimal melalui 9 tahapan diantaranya :

  1. Mengenali nilai-nilai yang saling bertentangan
  2. Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini.
  3. Kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini.
  4. Pengujian benar atau salah. -Uji Legal.
  5. Pengujian Paradigma Benar lawan Benar.
  6. Melakukan Prinsip Resolusi.
  7. Investigasi Opsi Trilema.
  8. Buat Keputusan.
  9. Lihat lagi Keputusan dan Refleksikan

Sembilan tahapan diatas hanyalah salah satu panduan yang harus kita pertimbangkan agar keputusan yang kita buat benar-benar baik berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman.

Dalam kasus-kasus dilema etika Kesulitan-kesulitan dilingkungan terhadap pengambilan keputusan pasti ada, tergantung dengan kondisi dan situasi lingkungan yang berbeda maka tingkat kesulitannyapun akan berbeda. Perubahan paradigma kebenaran dalam setiap kasus memberikan dampak yang berpengaruh terhadap keputusan yang kita ambil. Bahkan tidak sedikit seorang pemimpin yang mengalami dilema dalam pengambilan keputusannya ketika dihadapkan dengan paradigma kebenaran. Oleh karena itu dengan adanya pembelajaran ini kita belajar menghadapi kesulitan-kesulitan yang terjadi dalam kasus-kasus yang akan kita hadapi nantinya.

Dalam pengajaran yang memerdekakan muri-murid kita nantinya, pengambilan keputusan mempunyai peranan yang sangatlah penting. Ketika kita salah dalam pengambilan keputusan terhadap murid, maka pengajaran yang memerdekakan murid ini tidak berjalan dengan baik bahkan akan bisa bertolak dari pengertian merdeka belajar. Kita sebagai guru harus memiliki nilai-nilai yang mampu memaksimalkan semua keputusan yang kita buat nantinya, tidaklah lain untuk kepentingan murid. Selama orientasi kita fokus pada keselamatan dan kebahagiaan murid setinggi-tingginya maka merdeka belajar akan bisa terlaksana dengan baik dan tujuan membentuk pelajar pancasila akan tercapai dengan perkembangan yang drastis.

Pengambilan keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid, sebagai contoh ketika kita memberlakukan keputusan tentang pemberian hukuman terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh murid maka secara tidak langsung kita menanamkan rasa ketakutan bukan kepahaman terhadap menindaklanjuti suatu permasalahan. Hal ini jelas akan mempengaruhi masa depan murid yang sudah terbiasa dengan rasa takut yang menyebabkan perkembangan potensi yang lambat karena mengedepankan takut daripada pemahaman. Oleh karena itu seorang pemimpin haruslah bijaksana dalam mengambil keputusan agar murid bisa merasakan rasa nyaman, adil, dan manfaat terhadap masa depannya kelak.

Kesimpulan terakhir yang bisa saya tarik dari pembelajaran pengambilan dan pengujian keputusan dan keterkaitan dengan materi yang lainnya adalah pembelajaran setiap modul itu adalah satu kesatuan yang harus kita pahami secara komprehensif / diterima dengan baik dan holistik yaitu serangkaian gagasan-gagasan bahwa segala sesuatu harus dipelajari secara keseluruhan dan bukan hanya sebagai jumlah dari bagian-bagiannya yang ada di dalam kehidupan manusia.

By admin

4 thoughts on “Koneksi Antar Materi tentang Pengambilan keputusan seorang pemimpin pembelajaran”
  1. Setiap keputusan kita sebagai pemimpin akan memberikan pengaruh besar kepada peserta didik sebagai penerus generasi berikutnya 👍🏻

  2. Benar sekali bapak rohim, pengaruh besar dalam pengambilan keputusan seorang pemimpin sangatlah berdampak pada genarasi berikutnya.

  3. Maka perlu suatu pemahaman bersama, yang saya maksud pemahaman bersama diatas adalah semua pendidik (guru) & siswanya harus memahami 9 tahap diatas, agar dalam implementasi atau penerapan kurikulum merdeka belajar serta dalam pengambilan keputusan berpihak pada siswa, dan kepentingan bersama yang di cita-citakan.

    1. Disinilah manfaat kita mengikuti program pendidikan guru penggerak agar senantiasa memberikan perubahan yang positif dan membangun untuk kepentingan peserta didik dan menjadi bagian tumbuh kembangnya pendidikan indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *