Menerapkan Budaya Positif Berawal dari Hal Yang Sederhana

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh dan Salam Sejahtera untuk kita semua.
Bapak ibu yang saya muliakan perkenalkan nama saya Harkafin Mahawira, saya berasal dari Kabupaten Probolinggo calon Guru Penggerak Angkatan 04. Disini saya ingin berbagi hasil dari aksinyata saya tentang Budaya Positif.

Ada 7 konsep kunci dalam budaya positif yang sudah saya pelajari diantaranya:
1. Perubahan paradigma belajar.
2. Disiplin positif.
3. Motivasi perilaku manusia.
4. Kebutuhan dasar.
5. Posisi kontrol restitusi.
6. Keyakinan kelas.
7. Segitiga restitusi

Budaya Positif yang saya terapkan disini mungkin tergolong hal yang sangat sederhana dan kadang dianggap sepele. Akan tetapi bapak ibu sekalian saya mempunyai pemikiran yang berbeda sebab saya menganggap bahwa ketika dari hal yang terkecil saja tidak bisa atau belum dipahami mempunyai nilai Budaya Positif maka hal yang lebih besar lagi pasti akan ada permasalahan terkait Budaya Positif yang sudah dilakukan oleh peserta didik.

Dari pemikiran yang sederhana ini akhirnya saya mengangkat tema “Disiplin Postitif Kerapian Seragam”. Dalam judul ini, saya sudah melakukan observasi terhadap sekolah saya sendiri dan sekolah lain juga pada saat berkunjung. Ada beberapa sekolah yang memang sudah peserta didiknya bisa 90% menerapkan disiplin positif kerapian seragam, 10 % dari yang belum menerapkan budaya positif ini ketika saya perhatikan dan saya lakukan observasi ditemukan suatu beberapa permasalahan salah satunya ada yang bermasalah dengan cara belajarnya, cara bersikap atau sopan santun, dan lain lain.

Dari hal ini sering saya jadikan sebagai idikator awal untuk melakukan penilaian sikap dan memberikan perhatian khusus dengan cara melakukan restitusi dan memberikan solusi yang terbaik dengan cara membimbing mereka untuk menemukan permasalahan yang sedang terjadi dan keyakinan diri yang kurang baik.

Restitusi yang saya lakukan bukan sekedar pada batas kerapian seragam saja tapi saya juga menghubungkan dengan permasalahan lain yang sedang dialami peserta didik tersebut terkait tentang pengetahuan, dan keterampilan.

Sebagai salah satu contoh saya pernah melakukan restitusi terhadap satu orang peserta didik karena mengalami penurunan nilai dibawah kkm. Anak tersebut dalam kesehariannya biasanya kurang rapi menggunakan seragam (Bajunya dikeluarkan). Kemudian saya panggil untuk dilakukan restitusi di ruangan khusus yang hanya ada saya berdua dengan dia. Dalam penangan Restitusi tersebut saya lakukan dengan menstabilkan identitas dan kemudian validasi kesalahan agar anak tersebut merasa tenang dan mau terbuka terhadap permasalahan yang dihadapinya. Setelah cerita panjang lebar saya memberikan nasehat dengan harapan mampu memunculkan faktor intrinsik dari pribadi anak tersebut dengan sendirinya dan akhirnya berhasil.Untuk memperkuat Restitusi terhadap anak tersebut saya mempunyai inisiatif memanggil orang tuanya yang kebetulan saya adalah wali kelas anak tersebut. Harapan dari pemanggilan orang tua ini saya berharap orang tua di rumah juga memahami permasalahan yang dihadapi oleh peserta didik dan ikut andil dalam menjaga dan membimbing peserta didik/ Anaknya untuk melakukan proses perubahan yang lebih baik.

Alhasil dari hasil restitusi yang tepat ini, saya merasa bangga karena diluar nalar saya yang awalnya saya menganggap anak ini tidak mempunyai nilai yang baik ternyata dia mampu berada diatas rata rata nilai teman sekelasnya. Disinilah saya tambah yakin bahwa dengan penerapan Budaya Positif yang benar maka akan menghasilkan suatu output yang luar biasa.

Kesimpulan dari hasil artikel yang saya ingin sampaikan ini adalah pahami karakteristik peserta didik sedini mungkin, gunakan indikator kerapian seragam sebagai salah satu cara mengetahui permasalahan Budaya Positif peserta didik, lakukan Restitusi upayakan membangkitkan motivasi dari faktor intrinsik, dan lakukan teori kontrol sebagai manager dengan melibatkan juga peranan orang tua terhadap tumbuh kembangnya peserta didik.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *