Program menciptakan lingkungan kelas yang merdeka belajar.

Oleh: Harkafin Mahawira, S.T., Gr.

A. Peristiwa (Fact)

  1. Latar belakang tentang situasi yang dihadapi

Lingkungan kelas adalah salah satu faktor utama dalam keberhasilan proses pembelajaran. Jika lingkungan tidak mendukung karena suatu hal, baik itu dari dalam diri peserta didik maupun lingkungan kelas maka bisa dipastikan penerimaan materi atau proses pembelajaran tidak akan bisa diterima dengan baik.

Ki Hajar Dewantara memberikan pemikirannya tentang Dasar-dasar Pendidikan. Menurut KHD, Pendidikan bertujuan untuk menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya. Pendidik itu  hanya dapat menuntun tumbuh atau hidupnya kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar dapat memperbaiki lakunya (bukan dasarnya) hidup dan tumbuhnya kekuatan kodrat anak.

Ki Hadjar Dewantara menggunakan istilah “Taman” sebagai konsep pendidikannya.  Taman berarti sebuah tempat bermain. Teduh, tenang, dan tentunya menyenangkan. Anak-anak senantiasa gembira berada di taman. Mereka dengan senang hati menghabiskan waktu di taman. Ki Hadjar ingin konsep pendidikan seperti sebuah taman. Pendidikan haruslah menyenangkan, belajar adalah proses kegembiraan.

Dari latar belakang inilah saya sebagai pendidik ingin membangun suasana dimana peserta didik merasa nyaman dengan lingkungan kelas bahkan merindukan untuk bertemu keesokan harinya bukan sebaliknya merasa senang jika bel pulang sudah berbunyi.

2. Alasan mengapa melaksanakan Aksi tersebut

Aksi ini dilaksanakan untuk membangun perasaan nyaman dari peserta didik sehingga mampu menerima pelajaran dengan baik dan menyenangkan. Dengan memanfaatkan aset yang ada di sekitar sekolah, program ini bisa tercapai dengan baik. Hal ini akan memberikan dampak pada intrakurikuler pembelajaran  yang ada dalam kelas.

Progam ini merupakan progam kokurikuler yang mengajarkan peserta didik untuk mengenal dirinya tentang potensi yang dimilikinya agar mampu disesuaikan dengan lingkungan belajar sehingga akan memberikan dampak positif yang bisa membantu memunculkan kepemimpinan murid.

Lingkungan kelas yang merdeka belajar merupakan hal yang bukan baru akan tetapi sering dilupakan oleh kita sebagai guru bahwa lingkungan yang seperti taman merupakan unsur utama dalam menuntun potensi yang dimiliki peserta didik yang beranekaragam.

3. Hasil dari Aksi Nyata yang dilakukan

3.1 Pemetaan kebutuhan

Pemetaan aset fisik sekolah (perpustakaan)
Pemetaan aset lingkungan sekolah (Kelas)

Pemetaan kebutuhan ini saya lakukan dengan mempersiapak kebutuhan peserta didik dari hasil pengamatan langsung melalui wawancara dan observasi. Dari hasil wawancara dan observasi saya mencoba untuk melakukan komunikasi aktif dengan petugas perpustakaan agar memastikan kebutuhan buku yang berkaitan dengan materi pembelajaran dapat atau tersedia di perpustakaan. Sehingga akan lebih memudahkan dalam pembelajaran nantinya.

Aset yang dimiliki sekolah di bidang fisik berupa perpustakaan haruslah bisa kita manfaatkan sebaik mungkin agar bisa saling bekerjasama untuk membentuk pelajar pancasila.

3.2. Proses pembentukan lingkungan kelas merdeka belajar

Coaching kelompok
Ruang kolaborasi di kelas

Pembentukan lingkungan kelas merdeka belajar ini saya rancang dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kenyaman peserta didik yang menginginkan pembelajaran dilakukan secara berkelompok dan masing-masing kelompok akan dilakukan silang dengan kelompok yang lainnya agar memudahkan dalam berbagi ilmu. Kondisi ini saya lakukan sesuai kesepakatan kelas karena kondisi pembelajaran membutuhkan perangkat komputer dan setiap anak sebagian besar belum memiliki peralatan tersebut sehingga saya berinisiatif membentuk kelompok berdasarkan perangkat. Masing-masing kelompok minimal ada satu peserta didik yang memiliki perangkat laptop tersebut sehingga lingkungan belajar dibuat senyaman mungkin agar setiap kelompok bisa saling berbagi dengan teman lainnya.

Peranan guru disini sebagai fasilitator dan menjelaskan suatu pemahaman yang ketika dari peserta didik sudah hampir menyerah dengan pembuatan koding pemrograman. Disini saya memberikan pertanyaan pemantik agar peserta didik aktif berpikir kritis dan kreatif dalam memecahka masalah yang sedang dihadapi seputar pemrograman.

Kondisi ini saya buat karena kebutuhan murid berbeda beda antara satu dengan lainya namun tidak berdiri sendiri. Tetap melibatkan kolaborasi antar regu lainnya sehingga terciptanya penalaran kritis dan rasa keingintahuan yang tinggi. Kosep dari pembentukan lingkungan yang merdeka belajar adalah hasil dari pemetaan awal dan disesuaikan dengan konsep pembelajaran di kelas agar pembelajaran berdiferensiasi dapat berjalan dengan baik untuk meningkatkan potensi peserta didik yang berbeda antara satu dengan yang lainya.

3.3. Hasil dari pembentukan lingkungan kelas merdeka belajar

Hasil dari pembentukan ini adalah tercapainya pembelajaran (CP) sesuai dengan alur dan tujuan pembelajaran sesuai dengan asesmen pembelajaran. Banyak kekurangan yang ada pada hasil pembentukan lingkungan kelas merdeka belajar karena masih kurangnya ilmu yang saya kuasai akan tetapi tidak menyurutkan semangat saya untuk terus berusaha memberikan pelayanan yang terbaik kepada peserta didik sebagai penuntun mereka agar selamat dan bahagia kelak. Semoga dengan aksi nyata ini terus memberikan perubahan yang baik pada diri saya sendiri khususnya dan rekan-rekan yang lain pada umumnya.

B. Perasaan (Feeling)

Perasaan yang saya rasakan adalah merasa senang bisa memberikan hal yang bermanfaat meskipun itu sederhana dengan memberikan rasa nyaman dan bahagia kepada peserta didik untuk kelangsungan pembelajaran yang baik. Hal yang sederhana ini menurut saya sangatlah bermanfaat dan terkadang kita melupakan bahwa lingkungan merupakan salah satu komponen penting dalam keberhasilan pembelajaran. Jika seorang guru tidak mampu membuat suasana belajar dengan nyaman maka kemungkinan besar peserta didik akan merasa bosan dan enggan untuk mempelajari materi yang disampaikan.

C. Pembelajaran (Finding)

Hal yang menarik bagi saya adalah memahami bahwa pembelajaran bukan hanya sekedar memberi materi saja akan tetapi kita harus bisa menyentuh hati dari murid didik agar terbangun kepemimpinan murid secara mandiri tanpa mereka sadari. Murid merupakan aset utama dalam pembelajaran yang harus kita pikirkan tentang bagaimana agar setiap murid mendapatkan hak dan kewajiban yang sama dengan cara yang berbeda menurut potensi yang mereka miliki.

Pemanfaatan aset yang ada disekitar sekolah (aset lingkungan dan aset fisik serta aset manusia) mempunyai peranan penting dalam keberhasilan program ini. Aset lingkungan sebenarnya sangat banyak yang bisa dimanfaatkan akan tetapi kadang kita bingung bagaimana cara memanfaatkannya. Kita bisa menggunakan dinding kelas sebagai tempat menempel hasil diskusi dan mempresentasikannya bahkan kita bisa memanfaatkan meja dan kursi ditata melingkar agar tercipta suasana belajar yang baik dengan diskusi.

Aset fisik yang ada disekolah bisa kita manfaatkan dengan semaksimal mungkin dengan memanfaatkan taman sebagai tempat belajar, perpustakaan, dan laboratorium. Aset fisik merupakan hal yang sengaja diadakan untuk keperluan murid agar mampu mengembangkan potensi yang dimilikinya. Jadi bukan sekedar hanya sebagai pajangan teknologi yang digunakan sebagai pameran terhadap sekolah lainnya.

Aset manusia merupakan aset yang mempunyai peranan penting sebagai agen perubahan baik itu dengan cara memanfaatkan ilmu yang dimiliki guru, dukungan dari tenaga pendidik, serta semangat belajar dari murid. Aset manusia menjadi indikator keberhasilan progam yang sedang kita laksanakan.

D. Penerapan ke Depan (Future)

Penerapan kedepan adalah progam ini mampu dikembangkan lagi oleh rekan guru lainnya bahkan dengan inovasi yang baru sehingga menghasilkan suatu program yang lebih lengkap lagi dengan tujuan utama adalah untuk kepentingan murid. Harapan dari program ini adalah kita mampu memanfaatkan aset yang dimiliki sekolah dan membuat suasana yang nyaman dan bahagian serta menumbuhkan kepemimpinan murid dengan baik sesuai lingkungan yang kita miliki. Baik lingkungan dari dalam maupun luar sekolah.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *